Menjaga Hablum Minannas Untuk Meningkatkan Ketaqwaan Kepada Allah SWT.
Dalam Surat Al-Hujrat ayat 12 :
َا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
Terdapat empat hal yang sangat penting dalam kandungan surat tersebut yaitu :
1. Larangan Berprasangka Buruk (Su’udzon)
Allah melarang kaum mukmin terlalu banyak berprasangka buruk kepada orang lain. Karena ketika kita menilai seseorang itu jelek belum tentu kejelekan kita justru lebih besar daripada orang tersebut selain itu berprasangka buruk (su'udhan) adalah dosa.
Biasakan husnuzon (berprasangka baik) kepada sesama.
2. Larangan Mencari Kesalahan orang lain (Tajassus)
Tidak diperbolehkan mencari-cari aib orang lain.
Akan lebih baik dan lebih bermanfaat jika kita bisa fokus memperbaiki diri sendiri.
3. Larangan Ghibah (Menggunjing)
Ghibah adalah tindakan membicarakan aib, kekurangan, atau kejelekan orang lain di saat yang bersangkutan tidak hadir, yang mana jika ia mendengarnya, ia akan merasa tidak suka atau tersakiti. Ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri (gambaran yang sangat menjijikkan).
Lebih-lebih di era digital saat ini banyak perbuatan Ghibah terjadi di media sosial.
4. Perintah Bertakwa
Di akhir ayat, Allah mengingatkan agar kita bertakwa dan bertaubat, karena Allah Maha Pengampun.
Terdapat Hikmah dan Penerapan dalam Kehidupan :
- Menjaga lisan dan media sosial dari komentar negatif.
- Tidak mudah percaya gosip.
- Menumbuhkan persaudaraan dan kedamaian.
- Membiasakan introspeksi diri (muhasabah).
Kesimpulan
Surat Al-Hujurat ayat 12 mengajarkan adab sosial dalam Islam:
- Hindari prasangka buruk
- Jangan mencari aib
- Jangan menggunjing
- Perbanyak taubat dan takwa